Simbah si Pemilik Honda CB

Sekali-sekali mau nulis kisah hidup, lebih tepatnya kisah hidup seorang relasi di tempat kerja. Yup, sebut saja saya kenal seorang pemuda dengan usia berkisar 26 tahn, dia bekerja sebagai salah satu tenaga medis di mana saya juga menetap untuk mengais makan. Si pemuda ini sebut saja dengan panggilan Fan. Mas Fan ini tipikal anak muda jaman sekarang, kalo salaman ga cuma salaman biasa tapi pake lanjutan genggam tangan kaya mau adu panco itu. Kesan pertama adalah mas Fan ini tipe orang yang santai dan enak diajak ngbrol. Time goes on dan sering saya dengan mas Fan ngobrol kesana kesini. Sampai suatu waktu pas jaga malem bareng dan ngobrol di gardu ronda sambil ngangkring.

Mas Fan ini cerita kalo dia ikut klub honda CB di Jogja. Dan tiap malem minggu biasanya ngumpul atau rolling, dan kebetulan karena pekerjaannya, mas Fan akhir-akhir ini ga bisa kumpul bareng temen klub nya. Dan tercetuslah sebuah kisah bahwa di dalam klub itu, ada seorang bapak tua yang biasa dipanggil simbah. Simbah ini tidak diketahui pasti umurnya, namun berkisar antara 60an ke atas. Dengan model pakaian lusuh dan celana jins sobek yang selalu dipakainya untuk dateng ngumpul, ga banyak yang tau kalo simbah ini ternyata memiliki harta yang cukup banyak, harta duniawi dan harta rohani.

Simbah menjadi seorang panutan untuk anak-anak klub yang sering ngumpul. Beliau biasa menggunakan pakaian ala kadarnya yang bahkan terkesan lusuh, dengan tampilan anak muda, simbah ini datang biasanya dengan honda CB kesayangannya. Honda CB nya udah dimodif sedemikian rupa sehingga busi motornya pun sampai ada 5, bisa dibayangkan berapa jumlah silinder dan kapasitas mesinnya kan? Usut punya usut, simbah ini merupakan kalangan kaum berada, rumah besar dan perabot cukup mewah menjadi teman hidupnya sehari-hari. Bukan hanya harta duniawi yang menjadi sorotan saat saya dan mas Fan ini membahas simbah, namun bagaimana simbah ini mampu memberikan wejangan hidup yang sangat berharga untuk anak klub.

Simbah yang selalu rutin datang ngumpul, merupakan sesosok orang yang sangat perhatian kepada anak klub di sana, mulai dari membawakan makanan, menyediakan fasilitas saat touring, mempersiapkan basecamp, memberi motivasi anak klub, membantu perbaikan motor anak klub, melakukan kegiatan sosial, dan semua dilakukan tulus ikhlas tanpa suatu keinginan untuk dibalas jasanya, yang artinya semua dilakukan simbah secara cuma-cuma atau for free.

Simbah biasa datang kumpul dengan pakaian amat sangat non formal dan selalu menyapa setiap anggota klub. Bersama dengan motor CB nya yang entah sudah diubah apa saja, simbah datang kalem dan selalu menanyakan apakah anak klub udah makan atau belum, kalau belum, simbah hampir pasti memesankan makanan untuk disantap bersama, lagi2 for free. Misalkan kondisi fisik simbah tidak memungkinkan, ada kalanya simbah datang membawa mobilnya. Mobil simbah yang berjumlah lebih dari 1 itu pun sering dibawa untuk mengawal touring anak klub, cuma-cuma tanpa biaya apa2.

Berulang kali simbah mengatakan kalau ada anak klub yang mau buka bengkel CB, simbah siap mendanai dan nanti keuntungan bisa digunakan untuk keperluan klub. Kalau ada anak klub yang butuh bantuan dana untuk memperbaiki motor, simbah pun tak ragu untuk menawarkan bantuannya. Beliau juga membangun suatu tempat di dekat rumahnya di daerah Imogiri untuk jadi basecamp yang sering dijadikan tempat berkumpul anak-anak klub.

Dalam hidupnya, simbah berprinsip bahwa rejeki itu selalu berpindah, dahulu simbah adalah orang tidak mampu yang bahkan untuk makan saja harus utang sana-sini, namun itu tidak menjadi halangan buat simbah untuk menjadi sukses, dengan kegigihannya simbah mampu memperbaiki perekonomian keluarganya, dan sampai sekarang menjadi orang berlebih, simbah tetap membawa sikap low profile nya.

Tak ayal sekian ratus bahkan sekian ribu anak klub menjadikan simbah panutan, dan sampai kapan pun tidak akan pernah siap kehilangan simbah. Bisa dibayangkan saat kita berkendara di jalan, melihat orang tua naik CB, sebagian dari kita pasti berpikir bahwa orang itu pasti hanya orang biasa yang cuma bisa beli honda CB saja. Namun di balik semua itu, bisa jadi orang tua itu adalah simbah, yang hartanya, terutama harta rohani nya terlampau jauh melalui kita yang kadang merasa sudah paling benar.

Komunitas honda CB Yogyakarta mendapatkan anugerah dengan bergabungnya simbah ini, banyak hal bermakna yang dapat dipelajari dan dijadikan nilai hidup. Sebuah honda CB yang dikendari oleh simbah menjadi saksi bisu bagaimana kerasnya hidup ini menempa simbah dan bagaimana perjalan simbah ini mau berbagi pengalamannya supaya anak klub bisa menjadi lebih dewasa dan mapan dalam hidup.

Sepenggal kisah ini hanya motivasi untuk kita, melihat bahwa kita hidup itu penuh perjuangan dan jangan pernah menyerah. Jangan pernah merendahkan orang lain, karena bisa jadi kita yang lebih rendah dari mereka. Hidup itu indah kawan, mari berjuang dan berbagi untuk sesama.

AMDG – Ad Maiorem Dei Gloriam – Demi kemuliaan Allah yang lebih besar

[Angga]

~ by angga6688 on February 11, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: