Rintik Hujan

Malam ini deru angin menerpa hampanya hatiku,
mencoba untuk membekukan rasa yang akupun tak tahu bagaimana harus menyebutnya,
rasa yang tak dapat dimengerti olehku,
rasa yang mungkin tak dapat kau rasakan.

Gemercik air jatuh membasahi bumi,
tak ada seorangpun yang peduli,
namun hujan terus menetes seolah mencari perhatian dariku,
siapakah engkau hujan?

Dingin ini mencekam kelamnya hatiku,
hati yang menjerit dan berteriak,
kesakitan dan sedih,
sayatlah hatiku sampai darahku pun tak mengalir lagi.

Beban yang harus kutanggung ini tak semata kau yang ciptakan,
namun hati ini tertuju selalu padamu,
wahai pujaan hati yang tak pernah lekang karena panas,
dan tak lapuk karena waktu

Rasa cinta ini terlalu besar untuk kau miliki,
secangkir garam tak akan menambah asin nya air laut,
namun dengan cangkir itu,
kau melengkapi hidupku.

Malam pun berteriak!
Kencang!
Pekak!
Membutakan telinga ku!

Malam pun berteriak,
malam pun tersentak,
malam pun membungkam,
dan sunyi…

Hanya rintik tangis hujan yang menemaniku…

[Angga]

~ by angga6688 on November 24, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: