Baby Rubiks, my 2nd lovely Rubiks

Wohoo, akhirnya postingan berlanjut lagi ke Rubiks keduaku. Perlu diingat, sebenanrnya Rubiks sendiri adalah salah satu merk dari permainan cube ini, ada beberapa merk dagang lain yang menyebut dirinya sebagai Eastsheen (yang sangat ahli dalam pembuatan cube 4×4, 5×5, dan 6×6 kalau tidak salah), lalu ada pula V-cube yang memiliki spesialisasi tinggi dalam pembuatan cube 5×5, 6×6, dan V-cube sendiri adalah satu-satu pemegang lisensi untuk membuat cube 7×7. Namun secara umum saya lebih suka menyebut semua cube dengan sebutan Rubiks, terdengar lebih enak dan familiar.

Yup, setelah saya memiliki Rubiks pertama saya yaitu si Black Magician, saya memutuskan untuk mencari sesuatu yang baru, sesuatu yang menantang, dan sesuatu yang menggoda. Akhirnya kujatuhkan keputusanku untuk membeli Rubiks 2×2 (sebenarnya cube ini ber merk Eastsheen). Rubiks Eastsheen ini memiliki spek yang baik sehingga tidak mudah pop (lepas) saat digunakan untuk Speedcubing yaitu menyelesaikan cube dengan cepat.

Dengan warna dsar putih dan warna stiker yang terang, Rubiks 2×2 ini memiliki keunikan tersendiri. Banyak orang menganggap bahwa Rubiks 2×2 akan lebih mudah diselesaikan daripada Rubiks 3×3. Memang lebih mudah untuk diselesaikan bagi yang sudah mengerti bagaimana dasar penyelesaian sebuah Rubiks, namun bagi orang awam, untuk menyelesaikan Rubiks 2×2 ini membutuhkan keberuntungan tersendiri. Ini adalah Rubiks 2×2 yang kumiliki.

XpressPicture011

Baby Rubiks

Baby Rubiks. Yup, itulah nama yang kuberikan padanya semenjak aku pertama kali memilikinya. Saat aku membeli Rubiks ini, aku sudah bisa menyelesaikan Rubiks 3×3 dalam waktu kurang lebih 3 menit. Pengalaman pertamaku bersama Baby Rubiks sangatlah menggoda. Begitu kubuka bungkus plastiknya, kucoba menyelesaikannya tanpa modal apa-apa, akhirnya aku pun gagal. Lalu setelah bertanya sana-sini mengenai prinsip dasar penyelesaiannya, dalam waktu kurang dari 2 menit, Baby Rubiks pun mampu kutaklukan. Pengalaman emosional yang tak terlupakan, masih kuingat hari tanggal waktu dan tempat di mana kutaklukan Baby Rubiks untuk pertama kali.

Seiring berjalannya waktu, Baby Rubiks memang jarang kukeluarkan kecuali kalau keadaan memaksa seperti semua Rubiks 3×3 ku sudah dipinjam oleh teman-teman, dan akhirnya saat kukeluarkan Baby Rubiks ini, semua berpaling pada Baby Rubiks ini. Fiuh, ternyata cukup menggoda juga. Yaps, tidak semudah itu menyelesaikan Baby Rubiks, banyak teman-teman menyerah dan angkat bendera putih untuk menyelesaikan Baby Rubiks. Dan aku tampak sedikit lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman ku dalam Rubiks 2×2.

Kalau anda ingin tahu bagaimana kabar Baby Rubiks, saya beri tahu, kabarnya sangat baik. Bahkan berkembang dengan baik dan pesat. Ada beberapa trik yang dapat dilakukan untuk mempercepat solving nya. Sampai bertemu di postingan berikutnya. Viva Eastsheen!

~ by angga6688 on June 20, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: