Rintik Hujan
Malam ini deru angin menerpa hampanya hatiku,
mencoba untuk membekukan rasa yang akupun tak tahu bagaimana harus menyebutnya,
rasa yang tak dapat dimengerti olehku,
rasa yang mungkin tak dapat kau rasakan.
Gemercik air jatuh membasahi bumi,
tak ada seorangpun yang peduli,
namun hujan terus menetes seolah mencari perhatian dariku,
siapakah engkau hujan?
Dingin ini mencekam kelamnya hatiku,
hati yang menjerit dan berteriak,
kesakitan dan sedih,
sayatlah hatiku sampai darahku pun tak mengalir lagi.
Beban yang harus kutanggung ini tak semata kau yang ciptakan,
namun hati ini tertuju selalu padamu,
wahai pujaan hati yang tak pernah lekang karena panas,
dan tak lapuk karena waktu
Rasa cinta ini terlalu besar untuk kau miliki,
secangkir garam tak akan menambah asin nya air laut,
namun dengan cangkir itu,
kau melengkapi hidupku.
Malam pun berteriak!
Kencang!
Pekak!
Membutakan telinga ku!
Malam pun berteriak,
malam pun tersentak,
malam pun membungkam,
dan sunyi…
Hanya rintik tangis hujan yang menemaniku…
[Angga]
